Rabu, 17 Juni 2015

indikator pendidikan


16 Juni 2015


    Indikator merupakan penanda pencapaian kompetisi dasar yang di tandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,pengetahuan,dan keterampilan. Indikator pendidikan adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif pendidikan sebagai alat yang di gunakan dalam mengevaluasi implementasi sistem pendidikan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik,mata pelajaran,satuan pendidikan,potensi daerah dan dirumuskan  dalam kata kerja operasional yang terukur dan dapat diobservasi. Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan :
1) tuntutan kompetisi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam kompetisi dasar.
2) karakteristik mata pelajaran,peserta didik,dan sekolah.
3) potensi dan dan kebutuhan peserta didik,masyarakat,dan  lingkungan/daerah.
       Terdapat dua rumus indikator dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian,yaitu : 1) indikator pencapain kompetisi yang dikenal sebagai indikator dan 2) indikator penilaianyang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan mnulis soal yang dikenal sebagai indikator soal. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetisi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetisi. Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam megembangkan pencapaian kompetisi berdasarkan standar kompetisi dan kompetisi dasar. Indikator berfungsi sebagai:
1) Pedoman dalam mngembangkan materi pembelajaran.
2) Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran.
3) Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar. Adapun manfaat – manfaat dalam indikator penilain :
·         Guru dalam mengembangkan kisi – kisi penilain yang dilakukan melalui tes ( tetulis,praktek,dan non-tes ).
·         Pimpinan sekolah dalam memantau dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilain dinkelas.
·         Orang tua dan masyarakat dalam upaya mendorong pencapaian kompetisi siswa lebih maksimal. Mekanisme pengembangan indikator :
                1.      Menganalisis tingkat kompetisi dalam SK dan KD
       Langkah pertma mengmbangkan indikator adalah menganalisis   tingkat kompetisi dalam SK dan KD. Selain tingkat kompetisi,pengunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yang diinginkan. Mencakup sikap,pengetahuan,serta keterampilan. Pengembangan indikator harus mengakomodasi kompetisi sesuai tendensi yang digunakan SK dan KD. Menganalisis karakteristik mata pelajaran,peserta didik,dan sekolah. Pengembangan indikator mempertimbangkan karakterristik mata pelajaran,peserta didik,dan sekolah karna indikator menjadi acuan dalam penilaian. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan indikator.
                2.      Menganalisis kebutuhan dan potensi
      Dalam hal ini indikator harus dikembangkan untuk mendorong peningkatan mutu sekolah di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan informasi hasil analisis potensi sekolah yang berguna untuk mengembangkan kurikulum melalui pengembangan kurikulum melalui pengembangan indikator.
Dalam merumuskan indikator pendidikan perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut :
1)    Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
2)    Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetisi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD.
3)    Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetisi
4)    Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek,yaitu tingkat kompetisi dan materi pembelajaran.
5)    Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
6)    Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif,afektif,dan psikomotorik.
Mengembangkan indikator pendidikan dalam penilaian
   Indikator penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator pencapaian kompetisi. Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman penilaian bagi guru,peserta didik,maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat di akses dengan mudah oleh warga sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian.

SEJARAH PENDIDIKAN DI DUNIA
     Awal mula pendidikan,dimulai dari pendidikan di mesir atau yang dulunya dikenal sebagai “Eghypt” pada zaman ini juga di kenal sebagai zaman mysophitamia. Sedangkan perkembangan pendidikan di india dan cina pada 6BC dan 5BC (before century). 3,4 BC,merupakan pendidikan di negara yunani. Yang mana pada masa itu guru tertinggi yang ada di athena adalah soucrates. Dia tidak punya sekolah namun dia membuat orang-orang berfikir dengan bertanya kepada orang-orang tentang “ perbedaan benar dan salah “,”perbedaan cantik dan jelek”,dll. Ada seorang tokoh lagi dari yunani yang cukup terkenal,yaitu plato. Ia mempunyai sebuah sekolah yang bernama plato academic. Sekolah ini mengajarkan bagaimana cara untuk berfikir benar. Sedangkan sekolah dari roma kuno,pada masa berjayanya roma,roma menjajah wilayah yunani yang mana merupakan sumber dari pendidikan di eropa. Karna orang-orang roma memiliki otot yang kuat dari pada yunani yang hanya menguatkan otak. Secara otomatis roma menang dalam perang tersebut. Di masa roma berjaya,mereka hanya menyiapkan leadership atau kemampuan kepemimpinan yang bagus disekolah-sekolah yang ada,namun roma merubah system pemerintahan menjadi system kekaisaran atau kerajaan. Alhasil,pengelolaan leadership pun menjadi tidak bergunadan banyak sekolah yang tutup karna tidak mendapatkannya biaya,hanya beberapa saja sekolah yang masih buka. Karna minimnya sekolah,sampai – sampai seorang raja tidak bisa membaca. Akan tetapi masih ada sebuah perpustakaan yang amat besar yang dikuasai oleh orang yunani yang bernama alexandria. Perpustakaan tersebut bernama school of middle ages. Ketika kerajaan roma pecah,maka jatuhlah kerajaan roma. Alhasil mereka pun tidak sanggup untuk membayar guru. Hanya sedikit penduduk yang memiliki pendidikan formal,bahkan raja tidak bisa menulis dan membaca. Ada seorang raja yang tertarik pada pendidikan,ia adalah charem,seorang raja yang membuat sekolah di istananya. Namun ketika ia wafat,sekolah tersebut ditutup. Inilah zaman kebodohan yang bisa di sebut juga zaman jahiliyah.
      Sebelum tahun 800,orang – orang muslim sudah menjelajah ke barat ( eropa ),dengan membawa ilmu juga. Dan pada saat itu dunia pun mulai terbuka matanya dengan pendidikan. Secara perlahan – lahan orang – orang eropa menyadari kalau ilmunya kurang. Orang – orang eropa itu pun pergi ke segala arah untuk menemukan ilmu – ilmu yang kurang itu. Pada tahun 1255 terjadi perubahan besar dengan di temukannya mesin cetak,sehingga orang – orang bisa menulis dan membaca dengan layak.

Sejarah pendidikan di indonesia
     Sejarah pendidikan di indonesia pada masa kolonial,sejarah pendidikan yang akan diulas adalah sejak kekuasaan belanda yang menggantikan portugis diindonesia. Brugmans menyatakan pendidikan ditentukan oleh pertimbangan ekonomi dan politik belanda diindonesia(nasution,1987). Pendidikan dibuat berjenjang,tidak berlaku untuk semua kalangan,dan berdasarkan tingkat kelas. Pendidikan lebih diutamakan untuk anak – anak belanda,sedangkan anak – anak diindonesia dibuat dengan kualitas yang lebih rendah. Lambat laun pemerintah belanda seolah – olah bertanggung jawab atas pendidikan anak indonesia melalui politik etis. Politik etis dijalankan berdasarkan faktor ekonomi didalam maupun diluar indonesia. Pendidikan dasar berkembang sampai tahun 1930 dan terlambat karna krisis dunia. Masa krisis ekonomi merintangi perkembangan pendidikan. Lalu,lembaga pendidikan dibuat dengan biaya yang lebih murah. Kebijakan yang dibuat termasuk penyediaan tenaga pengajar yang terdiri dari tenaga guru untuk sekolah dasar yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan guru. Pada masa belanda ,pendidikan diindonesia dibiarkan  hampir sama sewaktu mereka menginjakan kaki,yaitu pendidikan tidak begitu diperhatikan dan pendidikan dibuat terpisah anak indonesia berada pada tingkat bawah sedangkan untuk anak – anak belanda pada tingkat atas. Pemerintah belanda lebih mementingkan keuntungan ekonomi daripada perkembangan pengetahuan anak – anak indonesia. Pemerintah belanda juga membuat sekolah desa. Sekolah desa sebagai siasat untuk biaya yang murah. Sekolah desa diciptakan pada tahun 1907. Sekolah desa dibuat dengan biaya serendah mungkin. Pesantren menjadi madrasah yang memiliki kurikulum bersifat umum,cara tersebut dianggap efektif,sehingga pemerintah tidak usah membangun sekolah dan membangun biaya. Pada masa itu guru yang lebih baik akan di gaji lebih mahal dan tidak bersedia untuk mengajar di lingkungan desa.
     Masa penjajahan belanda berkaitan dengan pendidikan pendidikan merupakan catatan sejarah yang kelam. Penjajah membuat pendidikan sebagai alat untuk meraup keuntungan melalui tenaga kerja murah. Sekolah juga di buat dengan biaya yang murah,agar tidak membebani kas pemerintah. Dan berbagai masalah lain menjadi kenyataan yang tercatat dalam sejarah pendidikan masa belanda.
     Belanda di gantikan oleh kekuasaan jepang. Jepang membawa ide yang tidak kalah liciknya dari belanda. Pendidikan semakin menyedihkan dan dibuat untuk menyediakan tenaga Cuma – Cuma  dan kebutuhan prajurit demi kepentingan perang jepang. Pendidikan pada masa kekuasaan jepang memiliki landasan idiil hakko iciu yang mengajak bangsa indonesia bekerjasama untuk mencapai kemakmuran bersama asia raya.
     Sejarah belanda sampai jepang dipahami sebagai alur penjelasan kalau pendidikan digunakan sebagai alat komoditas oleh penguasa. Pendidikan pula yang akan dikembangakan untuk membangun negara indonesia setelah merdeka. Setelah kemerdekaan,perubahan bersifat sangat mendasar yaitu menyangkut penyesuaian bidang pendidikan. Kemudian pemerintah mengadakan program buta huruf. Program buta huruf tidak mudah dilaksanakan dengan bernagai keterbatasan sumber daya,kendala gedung sekolah dan guru. Kementrian juga mengadakan usaha untuk menambah guru melalui kursus selama dua tahun. Kursus bahasa jawa,bahasa inggris,ilmu bumi dan ilmu pasti. Program tersebut menunjukan jumlah orang yang buta huruf seluruh indonesia sekitar 32,21 juta ( kurang lebih 40% ),buta huruf pada tahun 1971.
       Di indonesia terdapat dua aliran pendidikan pokok yang perlu di ketahui yaitu :
1.    Pendidikan taman siswa
Pendidikan taman siswa atau lebih di kenal dengan perguruan taman siswa ini adalah aliran pendidikan yang di pelopori seorang bangsawan dari yogyakarta bernama RM. Suwardi suryaningrat atau lebih di kenal sebagai ki hajar dewantara. Kihajar dewantara mulai memasuki medan pendidikan dan pengajaran pada tahun 1921 dan dimulai dari mengajar pada sekolah Adhidarma kepunyaan kakaknya R.M Suryopranoto di yogyakarta. Setelah satu tahun mengajar kihajar dewantara mendirikan sekolah yang ia cita – citakan.
Pada tanggal 1 maret 1946,tujuan pendidikan nasional pada masa awal kemerdekaan amat menekankan penanaman jiwa patriotisme. Hal ini dapat dipahami,karna pada saat itu bangsa indonesia baru saja lepas dari penjajah yang berlangsung pada ratusan tahun,dan masih ada gelagat bahwa bangsa belanda ingin menjajah indonesia kembali. Kurikulum sekolah pada tahun 1950-an ditujukan untuk menigkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat,meningkatkan pendidikan jasmani,meningkatkan pendidikan watak,memberikan perhatian terhadap kesenian,menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari – hari dan mengurangi pendidikan pemikiran.


2.    Sistem persekolahan
Pada sistem ini meliputi tiga tingkatan,yaitu pendidikan rendah,pendidikan menengah,dan pendidikan tinggi. Pendidikan rendah adalah sekolah rakyat ( SR ) 6 tahun. Pendidikan menengah terdiri dari sekolah menengah pertama dan sekolah menengah tinggi. Sekolah menengah pertama yang berlangsung tiga tahun,yaitu sekolah menengah pertama sebagai sekolah menengah pertama umum,kemudian sekolah tehnik pertama,kursus kerajinan negeri,sekolah dagang,sekolah kepandaian putri. Sekolah menengah tertinggi berlangsung tiga tahun,meliputi sekolah menengah tinggi sebagai sekolah menengah umum,dan sekolah kejuruan berupa sekolah tehnik menengah,sekolah tehnik,sekolah guru kepandaian purti dan sekolah kursus guru. Pada tahun 1969/1970 hingga tahun 1993/1994  pendidikan diindonesia mengalami kemajuan. Hal ini ditandai oleh semakin luasnya kesempatan untuk memperoleh pendidikan pada semua jalur,jenis,dan jenjang pendidikan. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia serta tenaga yang terlibat dalam pendidikan,meningkatkan mutu pendidikan dibandingkan dengan masa – masa sebelumnya,semakin mantapnya sistem pendidikan nasional dengan disahkan undang – undang nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional beserta sejumlah peraturan pemerintahyang menyertainya. Namun demikian pendidikan nasional masih dihadapkan dengan berbagai rintangan baik kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif,tantangan yang dihadapi menyangkut pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan khususnya pendidikan dasar,sementara secara kualitatif tantangan yang dihadapi berkenaan dengan upaya mutu pendidikan,peningkatan relefansi pendidikan dengan pembangunan,efektifitas dan efisiensi pendidikan.

Pendidikan di indonesia pada saat ini
1.    Wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun
Pada tanggal 2 mei 1994 wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada tingkat  SLTP. Sepuluh tahun sebelumnya,tepatnya pada tanggal 2 mei 1984,indonesia juga memulai wajib belajar 6 tahun untuk tingkat SD,bersamaan dengan peresmian berdirinya Universitas terbuka. Wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun mempunyai dua tujuan utama yang berkaitan satu sama lain. Pertama,meningkatkan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi setiap kelompok umur 7 – 15 tahun. Kedua untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia indonesia hingga mencapai SLTP. Dengan wajib belajar,maka pendidikan minimal bangsa indonesia semula 6 tahun ditingkatkan menjadi 9 tahun. Sasaran – sasaran wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun,pertama meningkatkan angka partisipasi kasar ( APK ) tingkat SLTP menjadi 66,19% dari keadaan awal yang mencapai 52,67%. Kedua,meningkatkan jumlah lulusan SD/MI yang tertampung di SLTP dan MTs sebesar 5.400.000,yaitu dari 2,56 juta pada tahun 1993/1994 menjadi 3,10 juta pada tahun 1998/1999. Ketiga,tercapainya jumlah guru SD yang minimal berkualifikasi D2 sebanyak 80%,guru SLYP berkualifikasi D3 sekitar 70%. Tantangan yang dihadapi oleh program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun memang lebih besar dibandingkan wajib belajar 6 tahun. Alasannyan antara lain,pertama,pada saat dimulainya wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun,baru sekitar separuh dari kelompok umur 13 – 15 tahun yang berada disekolah. Kedua,daya dukung berupa dana,tenaga,dan sarana yang dimiliki oleh indonesia untuk melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun tidak lagi sebanyak pada saat dilaksanakan wajib belajar 6 tahun. Misalnya,pembangunan SD dalam jumlah besar melaui inpres. Ketiga,guna menampung 6,26 juta anak usia 13 – 15 tahun di SLTP diperlukan sarana,biaya,dan tenaga yang tidak sedikit. Sejak dimulai pada tahun 1994,program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun mencapai banyak kemajuan. Indikator – indikator kuantitatif yang di catat menunjukan bahwa angka partisipasi meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya ruang belajar,jumlah guru,dan fasilitas belajar lainnya.

Pelaksanaaan kurikulum 1994
Kurikulum 1994 di berlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 1994/1995. Kurikulum 1994 disusun dengan maksud agar proses pendidikan dapat selalu menyesuaikan diri dengan tantangan yang terus berkembang,sehingga mutu pendidikan akan semakin meningkat. Kurikulum 1984 yang telah berjalan 10 tahun dipandang perlu untuk diperbaharui karna menurut hasil pengkajian,ditemukan adanya materi kurikulm yang tumpang tindih antara materi PMP,sejarah nasional,dan PSPB yang dalam kurikulum 1994 stuktur lebih di sederhanakan. Disahkannya UU no 2/1998 tentang sistem pendidikan nasional yang diikuti oleh berbagai peraturan pemerintah mempunyai implikasi pada perlunya kurikulum pendidikan mengalami penyesuaian. Menyusul terjadinya informasi,dilakukan kembali revisa atas kurikulum 1994 dengan menata kembali struktur programnya yang kemudian dikenal dengan kurikulum 1994 yang disempurnakan.



Matkul : Ilmu Pendidikan

Dosen : Dirgantara Wicaksono, M.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar