16 Juni 2015
Indikator
merupakan penanda pencapaian kompetisi dasar yang di tandai oleh perubahan
perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,pengetahuan,dan keterampilan.
Indikator pendidikan adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif pendidikan
sebagai alat yang di gunakan dalam mengevaluasi implementasi sistem pendidikan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik,mata
pelajaran,satuan pendidikan,potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan
dapat diobservasi. Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan :
1)
tuntutan kompetisi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam
kompetisi dasar.
2) karakteristik mata pelajaran,peserta didik,dan
sekolah.
3)
potensi dan dan kebutuhan peserta didik,masyarakat,dan lingkungan/daerah.
Terdapat dua
rumus indikator dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian,yaitu : 1)
indikator pencapain kompetisi yang dikenal sebagai indikator dan 2) indikator
penilaianyang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan mnulis soal yang dikenal
sebagai indikator soal. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal
yaitu tingkat kompetisi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetisi.
Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam megembangkan pencapaian
kompetisi berdasarkan standar kompetisi dan kompetisi dasar. Indikator
berfungsi sebagai:
1) Pedoman dalam mngembangkan materi pembelajaran.
2) Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran.
3)
Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar. Adapun manfaat – manfaat dalam
indikator penilain :
·
Guru dalam mengembangkan kisi – kisi penilain
yang dilakukan melalui tes ( tetulis,praktek,dan non-tes ).
·
Pimpinan sekolah dalam memantau dan
mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilain dinkelas.
·
Orang tua dan masyarakat dalam upaya
mendorong pencapaian kompetisi siswa lebih maksimal. Mekanisme pengembangan
indikator :
1.
Menganalisis tingkat kompetisi dalam SK dan
KD
Langkah pertma mengmbangkan indikator adalah menganalisis tingkat kompetisi dalam SK dan KD. Selain
tingkat kompetisi,pengunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yang
diinginkan. Mencakup sikap,pengetahuan,serta keterampilan. Pengembangan
indikator harus mengakomodasi kompetisi sesuai tendensi yang digunakan SK dan
KD. Menganalisis karakteristik mata pelajaran,peserta didik,dan sekolah.
Pengembangan indikator mempertimbangkan karakterristik mata pelajaran,peserta
didik,dan sekolah karna indikator menjadi acuan dalam penilaian. Setiap mata
pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran
lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan
indikator.
2.
Menganalisis kebutuhan dan potensi
Dalam hal ini
indikator harus dikembangkan untuk mendorong peningkatan mutu sekolah di masa
yang akan datang. Sehingga diperlukan informasi hasil analisis potensi sekolah
yang berguna untuk mengembangkan kurikulum melalui pengembangan kurikulum
melalui pengembangan indikator.
Dalam merumuskan indikator pendidikan perlu diperhatikan
beberapa ketentuan sebagai berikut :
1) Setiap
KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
2) Keseluruhan
indikator memenuhi tuntutan kompetisi yang tertuang dalam kata kerja yang
digunakan dalam SK dan KD.
3) Indikator
yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetisi
4) Rumusan
indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek,yaitu tingkat kompetisi dan
materi pembelajaran.
5) Indikator
harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata
kerja operasional yang sesuai.
6) Rumusan
indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup
ranah kognitif,afektif,dan psikomotorik.
Mengembangkan
indikator pendidikan dalam penilaian
Indikator
penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator pencapaian
kompetisi. Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman
penilaian bagi guru,peserta didik,maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian
indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat di akses dengan mudah oleh warga
sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai
dengan indikator penilaian.
SEJARAH PENDIDIKAN DI DUNIA
Awal mula
pendidikan,dimulai dari pendidikan di mesir atau yang dulunya dikenal sebagai
“Eghypt” pada zaman ini juga di kenal sebagai zaman mysophitamia. Sedangkan
perkembangan pendidikan di india dan cina pada 6BC dan 5BC (before century).
3,4 BC,merupakan pendidikan di negara yunani. Yang mana pada masa itu guru
tertinggi yang ada di athena adalah soucrates. Dia tidak punya sekolah namun
dia membuat orang-orang berfikir dengan bertanya kepada orang-orang tentang “
perbedaan benar dan salah “,”perbedaan cantik dan jelek”,dll. Ada seorang tokoh
lagi dari yunani yang cukup terkenal,yaitu plato. Ia mempunyai sebuah sekolah
yang bernama plato academic. Sekolah ini mengajarkan bagaimana cara untuk
berfikir benar. Sedangkan sekolah dari roma kuno,pada masa berjayanya roma,roma
menjajah wilayah yunani yang mana merupakan sumber dari pendidikan di eropa.
Karna orang-orang roma memiliki otot yang kuat dari pada yunani yang hanya
menguatkan otak. Secara otomatis roma menang dalam perang tersebut. Di masa
roma berjaya,mereka hanya menyiapkan leadership atau kemampuan kepemimpinan
yang bagus disekolah-sekolah yang ada,namun roma merubah system pemerintahan
menjadi system kekaisaran atau kerajaan. Alhasil,pengelolaan leadership pun
menjadi tidak bergunadan banyak sekolah yang tutup karna tidak mendapatkannya
biaya,hanya beberapa saja sekolah yang masih buka. Karna minimnya
sekolah,sampai – sampai seorang raja tidak bisa membaca. Akan tetapi masih ada
sebuah perpustakaan yang amat besar yang dikuasai oleh orang yunani yang
bernama alexandria. Perpustakaan tersebut bernama school of middle ages. Ketika
kerajaan roma pecah,maka jatuhlah kerajaan roma. Alhasil mereka pun tidak sanggup
untuk membayar guru. Hanya sedikit penduduk yang memiliki pendidikan
formal,bahkan raja tidak bisa menulis dan membaca. Ada seorang raja yang
tertarik pada pendidikan,ia adalah charem,seorang raja yang membuat sekolah di
istananya. Namun ketika ia wafat,sekolah tersebut ditutup. Inilah zaman
kebodohan yang bisa di sebut juga zaman jahiliyah.
Sebelum tahun
800,orang – orang muslim sudah menjelajah ke barat ( eropa ),dengan membawa
ilmu juga. Dan pada saat itu dunia pun mulai terbuka matanya dengan pendidikan.
Secara perlahan – lahan orang – orang eropa menyadari kalau ilmunya kurang.
Orang – orang eropa itu pun pergi ke segala arah untuk menemukan ilmu – ilmu
yang kurang itu. Pada tahun 1255 terjadi perubahan besar dengan di temukannya
mesin cetak,sehingga orang – orang bisa menulis dan membaca dengan layak.
Sejarah pendidikan di indonesia
Sejarah
pendidikan di indonesia pada masa kolonial,sejarah pendidikan yang akan diulas
adalah sejak kekuasaan belanda yang menggantikan portugis diindonesia. Brugmans
menyatakan pendidikan ditentukan oleh pertimbangan ekonomi dan politik belanda
diindonesia(nasution,1987). Pendidikan dibuat berjenjang,tidak berlaku untuk
semua kalangan,dan berdasarkan tingkat kelas. Pendidikan lebih diutamakan untuk
anak – anak belanda,sedangkan anak – anak diindonesia dibuat dengan kualitas
yang lebih rendah. Lambat laun pemerintah belanda seolah – olah bertanggung
jawab atas pendidikan anak indonesia melalui politik etis. Politik etis
dijalankan berdasarkan faktor ekonomi didalam maupun diluar indonesia.
Pendidikan dasar berkembang sampai tahun 1930 dan terlambat karna krisis dunia.
Masa krisis ekonomi merintangi perkembangan pendidikan. Lalu,lembaga pendidikan
dibuat dengan biaya yang lebih murah. Kebijakan yang dibuat termasuk penyediaan
tenaga pengajar yang terdiri dari tenaga guru untuk sekolah dasar yang tidak
mempunyai latar belakang pendidikan guru. Pada masa belanda ,pendidikan
diindonesia dibiarkan hampir sama
sewaktu mereka menginjakan kaki,yaitu pendidikan tidak begitu diperhatikan dan
pendidikan dibuat terpisah anak indonesia berada pada tingkat bawah sedangkan
untuk anak – anak belanda pada tingkat atas. Pemerintah belanda lebih
mementingkan keuntungan ekonomi daripada perkembangan pengetahuan anak – anak
indonesia. Pemerintah belanda juga membuat sekolah desa. Sekolah desa sebagai
siasat untuk biaya yang murah. Sekolah desa diciptakan pada tahun 1907. Sekolah
desa dibuat dengan biaya serendah mungkin. Pesantren menjadi madrasah yang
memiliki kurikulum bersifat umum,cara tersebut dianggap efektif,sehingga
pemerintah tidak usah membangun sekolah dan membangun biaya. Pada masa itu guru
yang lebih baik akan di gaji lebih mahal dan tidak bersedia untuk mengajar di
lingkungan desa.
Masa
penjajahan belanda berkaitan dengan pendidikan pendidikan merupakan catatan
sejarah yang kelam. Penjajah membuat pendidikan sebagai alat untuk meraup
keuntungan melalui tenaga kerja murah. Sekolah juga di buat dengan biaya yang
murah,agar tidak membebani kas pemerintah. Dan berbagai masalah lain menjadi
kenyataan yang tercatat dalam sejarah pendidikan masa belanda.
Belanda di
gantikan oleh kekuasaan jepang. Jepang membawa ide yang tidak kalah liciknya
dari belanda. Pendidikan semakin menyedihkan dan dibuat untuk menyediakan tenaga
Cuma – Cuma dan kebutuhan prajurit demi
kepentingan perang jepang. Pendidikan pada masa kekuasaan jepang memiliki
landasan idiil hakko iciu yang mengajak bangsa indonesia bekerjasama untuk
mencapai kemakmuran bersama asia raya.
Sejarah
belanda sampai jepang dipahami sebagai alur penjelasan kalau pendidikan
digunakan sebagai alat komoditas oleh penguasa. Pendidikan pula yang akan
dikembangakan untuk membangun negara indonesia setelah merdeka. Setelah
kemerdekaan,perubahan bersifat sangat mendasar yaitu menyangkut penyesuaian
bidang pendidikan. Kemudian pemerintah mengadakan program buta huruf. Program
buta huruf tidak mudah dilaksanakan dengan bernagai keterbatasan sumber
daya,kendala gedung sekolah dan guru. Kementrian juga mengadakan usaha untuk menambah
guru melalui kursus selama dua tahun. Kursus bahasa jawa,bahasa inggris,ilmu
bumi dan ilmu pasti. Program tersebut menunjukan jumlah orang yang buta huruf
seluruh indonesia sekitar 32,21 juta ( kurang lebih 40% ),buta huruf pada tahun
1971.
Di indonesia
terdapat dua aliran pendidikan pokok yang perlu di ketahui yaitu :
1. Pendidikan
taman siswa
Pendidikan taman siswa atau lebih di
kenal dengan perguruan taman siswa ini adalah aliran pendidikan yang di
pelopori seorang bangsawan dari yogyakarta bernama RM. Suwardi suryaningrat
atau lebih di kenal sebagai ki hajar dewantara. Kihajar dewantara mulai
memasuki medan pendidikan dan pengajaran pada tahun 1921 dan dimulai dari
mengajar pada sekolah Adhidarma kepunyaan kakaknya R.M Suryopranoto di yogyakarta.
Setelah satu tahun mengajar kihajar dewantara mendirikan sekolah yang ia cita –
citakan.
Pada tanggal 1 maret 1946,tujuan
pendidikan nasional pada masa awal kemerdekaan amat menekankan penanaman jiwa
patriotisme. Hal ini dapat dipahami,karna pada saat itu bangsa indonesia baru
saja lepas dari penjajah yang berlangsung pada ratusan tahun,dan masih ada
gelagat bahwa bangsa belanda ingin menjajah indonesia kembali. Kurikulum
sekolah pada tahun 1950-an ditujukan untuk menigkatkan kesadaran bernegara dan
bermasyarakat,meningkatkan pendidikan jasmani,meningkatkan pendidikan
watak,memberikan perhatian terhadap kesenian,menghubungkan isi pelajaran dengan
kehidupan sehari – hari dan mengurangi pendidikan pemikiran.
2. Sistem
persekolahan
Pada sistem ini meliputi tiga
tingkatan,yaitu pendidikan rendah,pendidikan menengah,dan pendidikan tinggi.
Pendidikan rendah adalah sekolah rakyat ( SR ) 6 tahun. Pendidikan menengah
terdiri dari sekolah menengah pertama dan sekolah menengah tinggi. Sekolah
menengah pertama yang berlangsung tiga tahun,yaitu sekolah menengah pertama
sebagai sekolah menengah pertama umum,kemudian sekolah tehnik pertama,kursus
kerajinan negeri,sekolah dagang,sekolah kepandaian putri. Sekolah menengah
tertinggi berlangsung tiga tahun,meliputi sekolah menengah tinggi sebagai
sekolah menengah umum,dan sekolah kejuruan berupa sekolah tehnik
menengah,sekolah tehnik,sekolah guru kepandaian purti dan sekolah kursus guru.
Pada tahun 1969/1970 hingga tahun 1993/1994
pendidikan diindonesia mengalami kemajuan. Hal ini ditandai oleh semakin
luasnya kesempatan untuk memperoleh pendidikan pada semua jalur,jenis,dan
jenjang pendidikan. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana pendidikan yang
tersedia serta tenaga yang terlibat dalam pendidikan,meningkatkan mutu pendidikan
dibandingkan dengan masa – masa sebelumnya,semakin mantapnya sistem pendidikan
nasional dengan disahkan undang – undang nomor 2 tahun 1989 tentang sistem
pendidikan nasional beserta sejumlah peraturan pemerintahyang menyertainya.
Namun demikian pendidikan nasional masih dihadapkan dengan berbagai rintangan
baik kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif,tantangan yang dihadapi
menyangkut pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan khususnya
pendidikan dasar,sementara secara kualitatif tantangan yang dihadapi berkenaan
dengan upaya mutu pendidikan,peningkatan relefansi pendidikan dengan
pembangunan,efektifitas dan efisiensi pendidikan.
Pendidikan di indonesia pada saat ini
1. Wajib
belajar pendidikan dasar sembilan tahun
Pada
tanggal 2 mei 1994 wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada tingkat SLTP. Sepuluh tahun sebelumnya,tepatnya pada
tanggal 2 mei 1984,indonesia juga memulai wajib belajar 6 tahun untuk tingkat
SD,bersamaan dengan peresmian berdirinya Universitas terbuka. Wajib belajar
pendidikan dasar 9 tahun mempunyai dua tujuan utama yang berkaitan satu sama
lain. Pertama,meningkatkan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan
bagi setiap kelompok umur 7 – 15 tahun. Kedua untuk meningkatkan mutu
sumberdaya manusia indonesia hingga mencapai SLTP. Dengan wajib belajar,maka
pendidikan minimal bangsa indonesia semula 6 tahun ditingkatkan menjadi 9
tahun. Sasaran – sasaran wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun,pertama
meningkatkan angka partisipasi kasar ( APK ) tingkat SLTP menjadi 66,19% dari
keadaan awal yang mencapai 52,67%. Kedua,meningkatkan jumlah lulusan SD/MI yang
tertampung di SLTP dan MTs sebesar 5.400.000,yaitu dari 2,56 juta pada tahun
1993/1994 menjadi 3,10 juta pada tahun 1998/1999. Ketiga,tercapainya jumlah
guru SD yang minimal berkualifikasi D2 sebanyak 80%,guru SLYP berkualifikasi D3
sekitar 70%. Tantangan yang dihadapi oleh program wajib belajar pendidikan
dasar 9 tahun memang lebih besar dibandingkan wajib belajar 6 tahun. Alasannyan
antara lain,pertama,pada saat dimulainya wajib belajar pendidikan dasar 9
tahun,baru sekitar separuh dari kelompok umur 13 – 15 tahun yang berada
disekolah. Kedua,daya dukung berupa dana,tenaga,dan sarana yang dimiliki oleh
indonesia untuk melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun tidak lagi
sebanyak pada saat dilaksanakan wajib belajar 6 tahun. Misalnya,pembangunan SD
dalam jumlah besar melaui inpres. Ketiga,guna menampung 6,26 juta anak usia 13
– 15 tahun di SLTP diperlukan sarana,biaya,dan tenaga yang tidak sedikit. Sejak
dimulai pada tahun 1994,program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun
mencapai banyak kemajuan. Indikator – indikator kuantitatif yang di catat
menunjukan bahwa angka partisipasi meningkat sejalan dengan semakin
bertambahnya ruang belajar,jumlah guru,dan fasilitas belajar lainnya.
Pelaksanaaan
kurikulum 1994
Kurikulum
1994 di berlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 1994/1995. Kurikulum 1994
disusun dengan maksud agar proses pendidikan dapat selalu menyesuaikan diri
dengan tantangan yang terus berkembang,sehingga mutu pendidikan akan semakin
meningkat. Kurikulum 1984 yang telah berjalan 10 tahun dipandang perlu untuk
diperbaharui karna menurut hasil pengkajian,ditemukan adanya materi kurikulm
yang tumpang tindih antara materi PMP,sejarah nasional,dan PSPB yang dalam
kurikulum 1994 stuktur lebih di sederhanakan. Disahkannya UU no 2/1998 tentang
sistem pendidikan nasional yang diikuti oleh berbagai peraturan pemerintah
mempunyai implikasi pada perlunya kurikulum pendidikan mengalami penyesuaian. Menyusul
terjadinya informasi,dilakukan kembali revisa atas kurikulum 1994 dengan menata
kembali struktur programnya yang kemudian dikenal dengan kurikulum 1994 yang
disempurnakan.
Matkul : Ilmu Pendidikan
Dosen : Dirgantara Wicaksono, M.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar